Sunday, 27 April 2014

Contoh PTK Penggunan Metode Kerja Kelompok Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Penjumlahan Pecahan Kelas V Di SDN 01 XXX


BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Tujuan pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar (SD) sebagaimana yang diamanatkan dalam kurikulum 1994 (Depdikbud, 1994: 9.6) adalah “agar siswa dapat menggunakan Matematika dan pola pikir Matematika dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur dan efektif. Sehingga pengetahuan, pola pikir, sikap dan keterampilan yang diperoleh dari hasil belajar Matematika diharapkan mampu membantu siswa dalam mengatasi berbagai permasalahan kehidupan yang dihadapinya.
Dalam dunia pendidikan, Matematika dijadikan sebagai salah satu bidang studi yang menduduki peranan penting. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya jam pelajaran Matematika di sekolah dalam pelaksanaan pendidikan, pelajaran Matematika diberikan pada semua jenjang pendidikan dari pendidikan dasar sampal pada tingkat perguruan tinggi.

 
Sebagai perwujudan pencapaian tujuan pembelajaran Matematika, belajar merupakan proses aktif yang memerlukan dorongan dan bimbingan dalam penguasaan hasil belajar siswa. Lerner (1988 : 12) menjelaskan “ada dua macam. hasil belajar yang harus dikuasai siswa, perhitungan matematis (matematics calculation) dan penalaran matematis (matematics reasoning)”. Berdasarkan hasil belajar semacam. itu maka Lerner (1988: 430) mengemukakan bahwa “kurikulum bidang studi Matematika mencakup tiga elemen (1) konsep, (2) keteramplian, dan (3) pemecahan masalah”. Untuk itulah diperlukan kemampuan penalaran dan keterampilan kinerja siswa yang dapat dikembangkan melalui latihan dan belajar Matematika. Oleh karena itu Matematika rnerupakan sarana yang sangat penting bagi manusia dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.
Kenyataan di lapangan pada saat ini, meskipun Matematika merupakan pengetahuan dasar yang erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari, namun pelajaran Matematika salah satu pelajaran yang paling tidak disenangi bagi siswa. Matematika bagi sebagian siswa dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan rumit, sehingga kemampuan siswa dalam pengetahuan dasar masih kurang. Oleh karena itu, ketidakmampuan sering menimbulkan kejenuhan dan kesulitan belajar terutama di dalam menganalisis secara sederhana untuk memecahkan masalah dalam bentuk soal cerita. Akibatiya prestasi belajar siswa cenderung lebih rendah dengan mata pelajaran lainnya.
Bertolak dari kenyataan di atas, maka dapat dikatakan salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar Matematika adalah adanya pemilihan metode pembelajaran yang kurang memberikan pernberdayaan dari potensi siswa dan karakteristik bidang studi itu sendiri, dalam kegiatan pembelajaran lebih terpusat pada guru sehingga pembelajaran kurang bermakna yang akhirnya tuiuan belajar belum optimal.
Salah satu bidang garapan pembelajaran Matematika yang memegang peranan penting ialah pengetahuan konsep yang menunjuk pada pemahaman dasar dan keterampilan menunjuk pada sesuatu yang dilakukan oleh siswa. Suatu jenis keterampilan Matematika adalah proses menggunakan operasi dasar dalam penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Keterampilan ini dapat dilihat dari kinerja siswa yang dapat berkembang dan ditingkatkan melalui latihan. Pemecahan masalah adalah aplikasi dari konsep dan keteramplian. Dalam pemecahan masalah biasanya melibatkan beberapa kombinasi konsep dan keterampilan dalam suatu situasi baru atau situasi yang berbeda.
Berdasarkan analisis konseptual dan kondisi pendidikan Matematika di Sekolah Dasar, ternyata guru dalam keterampilan memilih metode belum dapat mengembangkan iklim pembelajaran yang kondusif bagi siswa untuk belajar. Hal ini dikarenakan metode pernbelajaran yang digunakan kurang tepat dan guru terbiasa dengan menggunakan strategi ekspositorik pembelajaran secara klasikal. Pada dasarnya siswa, mempunyai kemampuan dan cara belajar yang berbeda- Dalam pembelajaran klasikal guru memperlakukan siswa dengan cara yang sama, sehingga perbedaan kemampuan dan cara belajar siswa kurang mendapat perhatian dari guru. Pembelajaran secara klasikal memang perlu dilakukan dengan siswa dan menyadari bahwa tidak semua kebutuhannya dapat dipenuhi, namun harus dicari afternatif cara lain agar siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan dan cara yang dipilihnya.
Dalam proses belajar mengajar guru harus memilih strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu strategi itu harus mengetahui teknik-teknik penyajian yang disebut pembelajaran. Sudjana (2001:8) menjelaskan “pembelajaran hendaknya diupayakan oleh pendidik secara sistematik untuk menciptakan kondisi-kondisi agar peserta didik melakukan kegiatan belajar”. Metode menurut Modiono (1990: 580) adalah cara kerja yang konsisten untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.
Banyak metode yang dikenal misalnya : metode Ceramah, Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi, Demonstrasi, Bermain Peran, Eksperimen, Widya Wisata, Latihan, Simulasi, Kerja Kelompok dan simulasi. Guru profesional harus dapat memilih metode yang tepat untuk pembelajaran khususnya Matematika dengan ketepatan metode yang diterapkan oleh guru, diharapkan aktivitas guru dan siswa lebih aktif sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai secara optimal.
Salah satu metode pembelajaran Matematika yang dalam kegiatannya cenderung melakukan banyak latihan, maka metode Kerja Kelompok merupakan suatu metode yang dipandang tepat karena memungkinkan siswa dapat selalu belajar dan bekerja secara kelompok untuk menyelesaikan tugasnya dalam mencari pengalaman belajarnya.
Pembelajaran Matematika akan dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa kelas V dalam proses belajar, bila siswa dalam memahami berbagai konsep tentang keterampilan hitung dan cara memecahkan masalah dalam bentuk soal cerita melalui pembelajaran langsung dan terstruktur. Untuk itu menjadi tanggung Jawab guru untuk memilih penerapan metode Kerja Kelompok sebagai metode untuk pemecahan masatah agar memudahkan siswa dalam belajar Matematika dan pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Raka Joni dan Unen (1984: 11) menjelaskan “pesan terpenting dari metode Kerja Kelompok adalah pemecahan masalah melalui proses kelompok”. Johson dan Johson (1984: 10) menjelaskan “ada empat elemen dasar dalam pembelajaran koperatif yaitu (1) saling ketergantungan positif, (2) interaksi tatap muka (3) akuntabilitas individual, dan (4) keterampilan menjalin hubungan interpersonal”. Interaksi koperatif menuntut semua anggota dalam Kerja Kelompok dapat saling bertatap muka sehingga mereka dapat melakukan dialog tidak hanya dengan guru tetapi dengan sesama mercka. Interaksi semacam itu diharapkan dapat memungkinkan siswa menjadi sumber belajar bagi semuanya. Di dalam pembelajaran dengan penerapan metode Kerja Kelompok, siswa bukan hanya belajar dan menerima apa yang disapkan guru, melainkan bisa juga berinteraksi antara anggota yang satu dengan anggota yang lain dalam suatu kelompok guna menyelesaikan tugas-tugas belajar secara bersama-sama. Kegiatan Kerja Kelompok memungkinkan siswa terlibat aktif dalam belajar sehingga tanggung jawab siswa dalam belajar juga menjadi lebih besar. Bekerja di dalam kelompok memungkinkan siswa untuk membangun kebiasaan bekerja sama, tenggang rasa dan saling menghargai. Di samping itu sifat kepemimpinan dapat berkembang karena bekerja dalam kelompok memerlukan seorang pemimpin kelompok.
Metode pembelajaran yang diharapkan adalah pembelajaran yang terjadi adanya proses interaksi saling kerjasama, tukar informasi, pengalaman, mendapatkan pemecahan secara lisan dengan tujuan saling bertatap muka bersama-sama. Oleh karena itu, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas V SDN 01 XXX  tahun 2008/2009”
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian-uraian latar belakang masalah di atas maka dapat diuraikan rumusan masalah sebagai berikut: Apakah metode Kerja Kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa Kelas V SDN 01 XXX  tahun 2008/2009”?
C.    Tujuan Penclitian
Berdasarkan pada perumusan masalah di atas, maka tujuan perbaikan ini adalah untuk membuktikan bahwa penggunaan metode Kerja Kelompok dapat meningkatkan belajar Matematika Siswa Kelas V SDN 01 XXX  tahun 2008/2009.
D.    Manfaat Penelitian
Penelitian ini sangat bermanfaat bagi guru sebagai peneliti, institusi maupun pendidikan secara umum, sebagai berikut :
1.      Bagi peneliti : Meningkatkan kepekaan guru dalam melakukan tindakan kelas yang tepat dalam pembelajaran sehingga pembelajaran mencapai tujuan yang diharapkan.
2.      Institusi : Meningkatkan mutu sekolah karena dengan meningkatnva mutu guru dan nilai siswa berarti mutu sekolah secara otomatis terjadi peningkatan.
3.      Pendidikan secara umum :
a.       Meningkatkan mutu pendidikan

b.      Tercapainya tujuan pendidikan nasional.



DAFTAR PUSTAKA

Asmani Zainul, Agus Mulyana (2004). Tes dan Asesmen di SD. Jakarta : Universitas Terbuka.
Denny Setiawan (2004).Komputer dan Media Pembelajaran.Jakarta: Universitas Terbuka.
Depdikbud. 1994. Kurikulum Pendidikan Dasar. Jakarta : Depdikbud
Mulyani Sumantri, Johar Permana (2001). Media Pengajaran. Bandung: CV. Maulana
Wardani I.G.A.K (2003). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.
Andayani,dkk (2007). Pemantapan Kemampuan Profesional.Jakarta: Universitas Terbuka
Raka Joni dan Linen (1984). Belajar dan Pembelajaran.Jakarta: Depdikbud
Tim Pengembang PGSD (1998). Strategi Belajar Mengajar II.Jakarta: Depdikbud Dirjen Pendidikan Tinggi Bagian Proyek Pengembang Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Sudjana, D (2001).Metodologi dan Teknik Pembelajaran Partisipatif.Bandung : Falah Production.


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),

hubungi : 0856 42 444 991
READ MORE - Contoh PTK Penggunan Metode Kerja Kelompok Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Penjumlahan Pecahan Kelas V Di SDN 01 XXX
Friday, 4 April 2014

GRATIS JUDUL PTK SMA KODE (01-50)

DOWNLOAD JUDUL PRAKTIK TINDAKAN KELAS SMA GRATIS

PTK SMA 001. JUDUL TEMA Penerapan Metode Inquiry Dengan Media VCD Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Ekonomi Di MAN Malang I
PTK SMA 002. JUDUL TEMA Peran Study Group Discussion Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa Dibidang Ekonomi Dalam Lingkup Ekonomi Mikro Di SMU Negeri 1 Nguter
PTK SMA 003. JUDUL TEMA Upaya Meningkatkan Prestasi Siswa Siswa Dalam Pembelajaran Geografi Materi Antroposper Dengan Tehnik Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here Pada Siswa Kelas II G Semester 2 SMA Negeri 1 Madiun Tahun Ajaran 2004/2005
PTK SMA 004. JUDUL TEMA Penggunaan Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Geografi Materi Biosfer Pada Siswa Kelas XI IS 3 Semester 2 SMAN 1 Madiun Tahun Pelajaran 2006 / 2007
PTK SMA 005. JUDUL TEMA Penggunaan Pendekatan Pembelajaran Dan Pengajaran Kontekstual (Contextual Teaching And Learning) Dalam Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Fisika Pada Pokok Bahasa Gelombang Berjalan Bagi Siswa Kelas XII IPA SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2008/2009
PTK SMA 006. JUDUL TEMA Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Kimia Siswa Kelas XII SMU Negeri 1 Nguter Dengan Pendekatan Bakat-Tihlang
PTK SMA 007. JUDUL TEMA Penerapan Metode Demonstrasi Dalam Pemahaman Pokok Bahasan Integral Guna Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Kelas III IPA-1 SMU Negeri 1 Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2003/2004
PTK SMA 008. JUDUK TEMA Upaya Perbaikan Prestasi Belajar Matematika Materi Pokok Transformasi Geometri Dengan Menggunakan Metode Demonstrasi Dan Penggunaan Alat Peraga Pada Kelas III IPA 3 SMA Negeri 1 Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2004/2005
PTK SMA 009. JUDUL TEMA Penggunaan Alat Peraga Tabel Dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XII IA-2 Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Logaritma Di SMA Negeri Madiun Semester II Tahun Pelajaran 2006/2007
PTK SMA 010. JUDUL TEMA Peningkatan Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Matriks Dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Siswa Kelas XII IA.1 SMA Negeri 1 Madiun Tahun Pelajaran 2007/2008
PTK SMA 011. JUDUL TEMA Upaya Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Matriks Dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Kelompok Belajar Model Jigsaw Siswa Kelas XII A.1 SMA Negeri 1 Nguter Kab. Sukoharjo Tahun Pelajaran 2007 / 2008
PTK SMA 012. JUDUL TEMA Penerapan Metode Pemberian Tugas Dalam Upaya Menumbuhkan Minat Belajar Dan Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Materi Pokok Dimensi Tiga Bagi Siswa Kelas III IPA 4 Sma Negeri 1 Madiun Semester II Tahun Pelajaran 2004/2005
PTK SMA 013. JUDUL TEMA Penggunaan Metode Drill Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X H Pada Mata Pelajaran Matematika Pokok Bahasan Persamaan Kuadrat Di SMA Negeri Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2005/2006
PTK SMA 014. JUDUL TEMA Upaya Peningkatan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Matematika materi suku banyak dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw Pada SMAN 2 Madiun
PTK SMA 015. JUDUL TEMA Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Pokok Bahasan Suku Banyak Melalui Metode Kerja Kelompok Bagi Siswa Kelas III IPA 2 SMU Negeri 1 Madiun Pada Semester II Tahun Pelajaran 2003/2004
PTK SMA 016. JUDUL TEMA Penggunaan Metode Team Teaching Dan Diskusi Kelompok Dalam Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Pada Pokok Bahasan Vektor Bagi Siswa Kelas XII IA 1SMA Negeri 1 Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2006/2007
PTK SMA 017. JUDUL TEMA Peningkatan Kebiasaan Sholat Lima Waktu Melalui Pemberian Motivasi Multi Aspek
PTK SMA 018. JUDUL TEMA Upaya Peningkatan Hasil Belajar Biologi Pada Materi Keanekaragaman Hayati Dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Kelompok Belajar Model Jigsaw Siswa Kelas X-2 Sma Negeri 4 Madiun Semester II Tahun Pelajaran 2007/2008
PTK SMA 019. JUDUL TEMA Peningkatan Interaksi Pembelajaran Siswa Dalam Pembelajaran Biologi Di Kelas X Sma Negeri 4 Madiun Dengan Tehnik Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here Tahun Pelajaran 2008/2009
PTK SMA 020. JUDUL TEMA Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Dengan Metode Demonstrasi Dengan Media Seqip Mata Pelajaran Biologi Pada Siswa Kelas X/2 SMA Negeri 4 Madiun Tahun Pelajaran 2006/2007
PTK SMA 021.JUDUL TEMA Penggunaan Metode Diskusi Kelompok Dan Pemberian Tugas Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah Pada Materi Pokok Perkembangan Mutakhir Sejarah Dunia Bagi Siswa Kelas XII Ips Sma Negeri 1 Nguter Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009
PTK SMA 022. JUDUL TEMA Upaya Meningkatkan Pemahaman Materi Pokok Desain Penelitian Sosial Dengan Penggunaan Ruang Multi Media Pada Siswa Kelas XII IS 1 SMA Negeri 1 Madiun Semester II Tahun 2008/2009
PTK SMA 023. JUDUL TEMA Upaya Mengoptimalkan Bimbingan Konseling Untuk Mengatasi Perilaku Menyimpang Siswa Kelas X 1 SMA Negeri 1 Nguter Sukoharjo
PTK SMA 024. JUDUL TEMA Inovasi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sekitar (Ipas) Pokok Bahasan Kimia Lingkungan Melalui Pembuatan Film Tentang Pencemaran Lingkungan Sekitar
PTK SMA 025. JUDUL TEMA Peningkatan Kebiasaaan Sholat Lima waktu melalui pemberian motivasi multi aspek
PTK SMA 026. JUDUL TEMA Penggunaan Kartu Domino Unsur untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Pokok Bahasan Lambang Unsur Siswa Kelas X Mekanik Perkakas 2 Semester I SMK Negeri 4 Semarang Tahun Pemelajaran 2006/2007
PTK SMA 027. JUDUL TEMA Pembelajaran Berbasis Masalah (PROBLEM BASED LEARNING) Dalam Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah HAM Dalam Mata Pelajaran Pkn
PTK SMA 028. JUDUL TEMA Pembelajaran Fisika Berbasis Kompetensi Berorientasi Life Skill Di Madrasah Aliyah Assalam Surakarta
PTK SMA 029. JUDUL TEMA Peningkatan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Pkn Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Materi Sistem Hukum Nasional Di Kelas Xa Sman 2 Pontianak
PTK SMA 030. JUDUL TEMA  Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Dengan Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Inquiry Di Kelas XII Bahasa Semester I SMA N 11 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007
PTK SMA 031. JUDUL TEMA Upaya Meningkatkan Minat Belajar Geografi Melalui Model Pembelajaran Group Investigation Kelas XI IPS SMA Muhammadiyah II Mojosari Mojokerto
PTK SMA 032. JUDUL TEMA Peningkatan Kebiasaan Sholat Lima Waktu Melalui Pemberian Motivasi Multi Aspek
PTK SMA 033. JUDUL TEMA Peningkatkan hasil belajar fisika siswa Tingkat X SMK Dwiguna Kota Depok melalui penerapan hasil task analysis (analisis tugas) pada bahan kajian Hukum Gerak dan Gaya; serta bahan kajian Energi
PTK SMA 034. JUDUL TEMA Penerapan Pembelajaran Model “Problem Based Learning” Dalam Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Ham Dalam Mata Pelajaran Pkn
PTK SMA 035. JUDUL TEMA  Peningkatan Ranah Kognitif dan Afektif Peserta Didik Kelas X-6 SMA ABC Pada Mata Pelajaran Sejarah MelaluiPendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Dengan Model PA S A (Pictures and Student Active)
PTK SMA 036. JUDUL TEMA Penggunaan Strategi Pembelajaran Aktif Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Memahami Kehidupan Sosial Manusia Pada Siswa Kelas X / Ib/ Akuntansi 2 Smk Negeri 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2009 / 2010
PTK SMA 037. JUDUL TEMA Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Penggunaan Konseling Trait And Factor Bagi Siswa Dengan Prestasi 10 Rendah Yang Ada Di Kelas Xi-S1 Sma Negeri 6 Surakarta Pada Tahun Pelajaran 2009/2010
PTK SMA 038. JUDUL TEMA Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas XF SMA Negeri 2 Madiuan Tahun Ajaran 2008/2009 Melalui Lirik Lagu Populer
PTK SMA 039. JUDUL TEMA Meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca (Kem) Dengan Menggunakan Metode Klos Siswa Kelas XI IPA 2 Sma Negeri 3 Sidoarjo
PTK SMA 040. JUDUL TEMA Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Jerman Siswa Kelas Xi Bahasa Sma Negeri 3 Sidoarjo Dengan Menggunakan Role Play
PTK SMA 041. JUDUL TEMA Penggunaan Media Visual untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Irisan Bidang dengan Bangun Ruang pada Siswa Kelas X-5 SMA Negeri 1 Sidoarjo
PTK SMA 042. JUDUL TEMA Penggunaan Pendekatan Kuis Tim Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Inpidu Dalam Kelompok Belajar Siswa Kelas 3 Akuntansi-1 Di SMKN 2 Buduran Sidoarjo
PTK SMA 043. JUDUL TEMA Peningakatan Ketrampilan Menulis Karangan Deskripsi Dengan Model Pembelajaran Pendidikan Luar Ruang Dan Media Musik Klasik Pada Siswa Kelas X 6 SMA Islam Sultan Agung I Tahun Ajaran 2007/2008
PTK SMA 044. JUDUL TEMA Peningkatan Kreativitas dan Hasil Belajar Kimia Pokok Materi Sistem Koloid dengan Model Bakulikan di Kelas XI Semester 2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara Tahun Ajaran 2006/2007
PTK SMA 045. JUDUL TEMA Pembelajaran Kimia Berpendekatan SETS untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Semarang Tahun Pelajaran 2004 /2005
PTK SMA 046. JUDUL TEMA Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa terhadap Pelajaran Matematika Pokok Bahasan Logika melalui Belajar dalam Kelompok Kecil dengan Strategi Think Talk Write pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007
PTK SMA 047. JUDUL TEMA Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mata Pelajaran PKn Kelas X SMA Negeri 12 Semarang Melalui Pembelajaran Portofolio. Sarjana Pendidikan Kewarganegaraan
PTK SMA 048. JUDUL TEMA Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas XI Semester 2 SMA Negeri 2 Demak dengan Memberikan Umpan Balik Kuis dalam Model Pembelajaran Student Teams Achievement pision (STAD)
PTK SMA 049. JUDUL TEMA Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Pokok Bahasan Surat Dinas Pada Siswa SMK Negeri 9 Semarang
PTK SMA 050. JUDUL TEMA Penggunaan Metode Student Team Achievement pision (STAD) Untuk Meningkatkan Penguasaan Simple Present Tense Pada Siswa Kelas X MA AL KAHFI Bawu Mojo Batealit Jepara 2010-2011

Masih Banyak Judul yang Kami Sediakan
Untuk mendapatkan file lengkap hubungi/sms ke HP. 0856 42 444 991
READ MORE - GRATIS JUDUL PTK SMA KODE (01-50)

PRAKTIK TINDAKAN KELAS SMA (PTK SMA) 51-81

TEMA -TEMA JUDUL PTK SMA

Masih Banyak Judul yang Kami Sediakan
Untuk mendapatkan file lengkap hubungi/sms ke HP. 0856 42 444 991
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 051. Penggunaan Metode Student Team – Achievement pision (Stad) Untuk Meningkatkan Penguasaan Simple Present Tense Pada Siswa Kelas X Ma Al Kahfi Bawu Mojo Batealit – Jepara Tahun Pelajaran 2010-2011
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 052. Pemanfaatan Media Judul judul Berita Surat Kabar untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Wacana iImiah Siswa pada Kelas XI-L4.5 SMA Negeri 1 Sragen (Penelitian Tindakan Kelas)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 053. Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Ilmiah Melalui Teknik Peer-Correction Pada Siswa Kelas Xi Ia Sma Muhammadiyah 3 Masaran
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 054. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Pada Mata Pelajaran Kimia Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Di Kelas X Ti C Smk Negeri 1 Manggar Tahun Pelajaran 2009/2010
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 055. Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Melalui Metode Sugesti-Imajinasi Dengan Media Lagu Siswa Kelas Xa Sma Negeri 2 Blora
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 056.Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Think-Pair-Share Pada Siswa Kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 8 Kalijambe Tahun Ajaran 2009/2010
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 057. Peningkatan Keterampilan Menulis Karya Ilmiah Siswa Kelas II-5 SMA Negeri 12 Semarang Dengan Pendekatan Kontekstual Elemen Inkuiri
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 058. Peningkatan Aktifitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MA Al Khoiriyyah Semarang Pada Konsep Jamur Dengan Pendekatan Kontekstual (Biologi)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 059. Upaya Meningkatkan Pemahaman Materi Pokok Desain Penelitian Sosial Dengan Penggunaan Ruang Multi Media Pada Siswa Kelas Xii Is 1 Sma Negeri 1 Madiun Semester Ii Tahun 2008/2009 (Sosiologi)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 060. Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Sosiologi Pada Kelas Xii Ips Dengan Pendekatan Problem Based Learning (Pbl) Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Salatiga (Soiologi)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 061. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Sosiologi Pada Materi Perubahan Sosial Dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Kelompok Belajar Model Jigsaw Siswa Kelas Xii-2 Sma Negeri 4 Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2007/2008 (Sosiologi)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 062. Penerapan Metode Inquiry Dengan Media Vcd Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Sosiologi Kelas Xi Di Man Malang I (Sosiologi)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 063. Peningkatan Ranah Kognitif Dan Afektif Peserta Didik Kelas Xii Sma Abc Pada Mata Pelajaran Sosiologi Melalui Pendekatan Contextual Teaching And Learning (Ctl) Dengan Model Pasa (Pictures And Student Active) (Sosiologi)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 064. Penerapan Strategi CTL Dengan Metode Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas XI IPA MAN Malang 1 Dalam Belajar Mata Pelajaran Fiqih (Agama/ Fiqih)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 065. Meningkatkan Konsep Diri Yang Positif Melalui Konseling Peer Group Pada Siswa Kelas X.5 Di Sma Negeri 56 Jakarta (Bimbingan Konseling/ BK)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 066. Peningkatan Hasil Belajar Kimia Pokok Materi Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournament (TGT) Dengan Media Chemo-Edutainment (CET) Di Kelas XI-IPA4 SMA Negeri 101 Jakarta Tahun Ajaran 2008/2009 Semester II (Kimia)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 067. Peningkatan Prestasi dan Aktifitas Siswa Melalui Metode Tutor Sebaya Pada Materi Redoks Pada Kelas X-7 SMA Negeri 101 Jakarta Tahun Ajaran 2009/2010 Semester II (Kimia)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 068. Peningkatan Hasil Belajar Kimia Pokok Bahasan Stoikiometri Larutan Pada Siswa Kelas XI-IPA3 Semester II SMA Negeri 101 Jakarta Melalui Permainan Kimia Berwawasan CET (Chemoedutainment) (Kimia)
PTK SMA 069. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Student Teams Achievement pision (STAD) Di Kelas XI-IPA1 SMA Negeri 101 Jakarta Tahun Ajaran 2008/2009 Semester II (Kimia)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 070. Penerapan Pendekatan Konstruktivistik Melalui Dialog Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Mengungkapkan Gagasan Pada Pembelajaran Ips Sejarah Pada Siswa Kelas Xi-Ipa1 Sman 101 Jakarta Tahun Pelajaran 2008/2009 Semester II (IPS/ Sejarah)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 071. Peningkatan Prestasi Belajar Akuntansi Dengan Metode Resitasi Melalui Bahan Ajar Lembar Kerja Siswa (Student Work Sheet) Pada Siswa Kelas Xi Ips Sma Negeri 1 Krangkeng Kabupaten Indramayu (IPS/ Ekonomi)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 072. Upaya Meningkatkan Keterampilan Diskusi Dengan Pendekatan Pembelajaran Discovery Learning Siswa Kelas X-5 SMA Negeri 1 Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah Bidang Studi Ekonomi Pada Konsep Permintaan, Penawaran dan Harga Keseimbangan Semester 1 tahun pelajaran 2004 -2005 (IPS/ Ekonomi)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 073. Peningkatan Kemampuan Memahami Materi Budaya Politik di Indonesia pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui model pembelajaran Quantum Teaching di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 5 Medan (PKn)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 074. Meningkatkan Hasil Belajar IPS Sejarah Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Induktif Pada Siswa Kelas X-2 SMA Negeri 101 Jakarta Semester I Tahun Pelajaran 2007/2008 (IPS/ Sejarah)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 075. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Heads Together (NHT) Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Sejarah Materi Menganalisis Peradaban Indonesia Dan Dunia Pada Siswa Kelas X-6 SMA Negeri 101 Jakarta Semester II Tahun Pelajaran 2009/2010 (IPS/ Sejarah)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 076. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Palajaran Pendid1kan Kewarganegaraan Melalui Metode Genius Learning Dan Penemuan Terbimbing Di Kelas Xi Ipa 8 Sma Negeri 5 Medan (PKn)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 077. Optimalisasi Modalitas Visual, Auditorial, dan Kinestik untuk Meningkatkan Reading Skill Bahasa Inggris Siswa Kelas X SMA Negeri …..(Inggris)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 078. Pelaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Reading dalam Bahasa Inggris Siswa Kelas XI-C SMA ………. (Inggris)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 079. Pelaksanaan Model Pembelajaran Totally Physical Response (TPR) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Speaking dalam Bahasa Inggris Siswa Kelas X-B SMA______. 2008/2009 (Inggris)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 080. Optimalisasi Modalitas Visual, Auditorial, dan Kinestik untuk Meningkatkan Reading Skill Bahasa Inggris Siswa Kelas X-A SMA Negeri ….. Penelitian Tindakan Kelas. 2009/2010 (Inggris)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 081. Penerapan Metode Pembelajaran Cooperative Group Investigation (CGI) Dalam Meningkatkan Kompetensi Mata Pelajaran Ekonomi Pada Siswa Kelas Xii Smu Negeri 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2005/2006 (Ekonomi)
PRAKTIK TINDAKAN KELAS (PTK SMA) 082. Disiplin Praktikum Siswa dan Penguasaan Kompetensi Dalam Job Sheet Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Servis Poros Penggerak Pada Siswa Kelas XI Semester IV Teknik Otomotif SMK Islamiyah Adiwerna Tegal Tahun Pelajaran 2010/2011 (Otomotif SMK)

Masih Banyak Judul yang Kami Sediakan
Untuk mendapatkan file lengkap hubungi/sms ke HP. 0856 42 444 991
READ MORE - PRAKTIK TINDAKAN KELAS SMA (PTK SMA) 51-81

PROPOSAL PTK MATEMATIKA MENENTUKAN VOLUM BANGUN RUANG MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA KUBUS SATUAN (KODE 48

Untuk mendapatkan file lengkap (Ms.Word/pdf)
 hubungi : 0856 42 444 991


ABSTRAK

xxxxxxxxxxxxx, FMIPA, Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Negeri Rajegwesi 02 Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal dalam Menentukan Volum Bangun Ruang Melalui Penggunaan Alat Peraga Kubus Satuan.

Berdasarkan hasil belajar siswa dua tahun yang lalu yaitu tahun pelajaran 2003/2004 dan tahun 2004/2005 di SD Negeri Rajegwesi 02 pada pokok bahasan menentukan volum bangun ruang rata-rata hasil belajar siswa masih rendah yaitu baru mencapai 5,6 dan 5,9. Hal itu merupakan masalah bagi guru untuk meningkatkan hasil belajar pada pokok bahasan tersebut. Upaya yang dilakukan melalui penggunaan alat peraga kubus satuan diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar pokok bahasan menentukan volum bangun ruang. Rumusan masalah yang diajukan dalam skripsi ini berbunyi “Apakah penggunaan alat peraga kubus satuan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Rajegwesi 02 Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal dalam menentukan volum bangun ruang (balok dan kubus)? Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Rajegwesi 02 Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal dalam menentukan volum bangun ruang (balok dan kubus) melalui penggunaan alat peraga kubus satuan. Manfaat penelitian ini bagi siswa adalah meningkatnya hasil belajar pokok bahasan menentukan volum bangun ruang, bagi guru meningkatnya kualitas pembelajaran dan bagi sekolah dapat memberikan kontribusi yang positif bagi upaya peningkatan hasil belajar siswa.
Penelitian ini dengan penelitian tindakan kelas (PTK), dilaksanakan selama tiga siklus, metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan pengamatan dan tes. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI, indikator keberhasilan penelitian ini adalah jika rata-rata kelas telah meperoleh nilai minimal.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa hasil belajar siswa pada pokok bahasan menentukan volum bangun ruang ( balok dan kubus) mencapai rata-rata 6,4 pada siklus I, 6,8 pada siklus II dan 8,5 pada siklus III. Berdasarkan hasil tersebut, disimpukan bahwa penggunaan alat peraga kubus satuan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan tersebut. Dari hasil pengamatan juga dapat dilihat adanya peningkatan aktivitas dalam pembelajaran.
Saran, yang dapat disampaikan kepada guru kelas VI agar menggunakan alat peraga kubus satuan dalam mengajarkan materi menentukan volum bangun ruang, dan siswa kelas VI diharapkan berlatih dengan menggunakan alat peraga kubus satuan untuk mengerjakan soal-soal latihan menentukan volum bangun ruang sehingga memudahkan dalam menyelesaikan soal tersebut.


DAFTAR PUSTAKA
Abdurahman, Mulyono, Kesulitan Belajar Matematika, Jakarta: Gramedia
Depdikbud, 1994, GBPP Matematika SD, Jakarta: Depdikbud
Depdikbud, 1994 Kurikulum : Garis-Garis Besar Pengajaran Matematika, Jakarta : Penerbit Depdikbud.
Erman Amti. 1992. Diagnistik Kesulitan Belajar Anak. Jakarta: Gramedia.
Hollands Roy. 1991. Kamus Matematika. Erlangga. Jakarta
Kasijan, 1984. Dasar-dasar Proses Pembelajaran.Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Lisnawati Simanjutak, 1999. Metode Mengajar Matematika I. Jakarta: Rineka Cipta
Poerwadarminta, 1988. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Rustiyah NK. 1995. Masalah-Masalah Keguruan. Jakarta: Bumi Aksara
Sardiman, 1998. Motivasi dan Interaksi Belajar. Jakarta: rajawali Pres
Suyitno Amin,dkk.2001. Matematika Sekolah 1. FMIPA UNNES. Semarang
Tim MKPBM,2001. Struktur Pengajaran Matematika, Semarang.
Tim MKDK IKIP Semarang. 1996. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: ILIP Pres.
UPI. 2001. Common Text Book Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer, Bandung: Jurusan MIPA UPI
Winarno Surahmad, 1981. Metodologi Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Winkel. 1998. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia
Widodo Supriyono, 1991. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta
READ MORE - PROPOSAL PTK MATEMATIKA MENENTUKAN VOLUM BANGUN RUANG MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA KUBUS SATUAN (KODE 48

Contoh Penelitian Kelas SMP Penerapan Pendekatan Kontekstual untuk meningkatkan Kualitas Pembelajaran Biologi (KODE 192)

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 0856 42 444 991



PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS VII F SMPN 2 ARUT SELATAN
ABSTRAK
Pembelajaran pada awal semester genap tahun 2009/2010 di kelas VII F SMPN 2 Arut Selatan lebih banyak dilakukan di dalam kelas, kurang bervariasi, dan kurang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Materi pelajaran disampaikan secara teoritik dan tidak berhubungan dengan kehidupan nyata. Proses pembelajaran tersebut menimbulkan kecenderungan siswa bersikap pasif. Dinamika dan interaksi dalam kelas juga belum optimal. Akibatnya, penguasaan kompetensi masih rendah. Hal ini dapat dilihat pada hasil ulangan harian KD 6.1, ketuntasan klasikal hanya 68,57%.
 Oleh sebab itu perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas sebagai upaya memperbaiki proses pembelajaran agar menjadi lebih berkualitas sehingga penguasaan kompetensi siswa meningkat.
Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengambilan data, dan refleksi. Observer mengambil data aktivitas siswa pada tiap siklus, sedangkan data hasil belajar diperoleh dari tes tertulis di akhir siklus.
Keaktifan siswa mengalami kenaikan yaitu pada siklus 1 prosentase siswa aktif sebesar 64,86% sedangkan siklus 2 sebesar 91,89%. Berdasarkan hasil refleksi diadakan perbaikan pada bentuk kegiatan dan sumber belajar. Hasil belajar juga mengalami kenaikan pada ketuntasan klasikal dan rata nilai. Siklus 1 ketuntasan belajar sebesar 70,27% dengan rata-rata nilai 69,73. Siklus 2 ketuntasan belajar 91,89% dengan rata-rata nilai 88,92.
Berdasarkan hasil tersebut, kualitas pembelajaran biologi di kelas VII-F SMPN 2 Arut Selatan mengalami peningkatan setelah diterapkan pendekatan kontekstual pada  materi “Pengelolaan Lingkungan”. Aktivitas siswa dan penguasaan kompetensi siswa meningkat. Pendekatan kontekstual perlu diterapkan pada materi lain sesuai dengan karakteristik materi tersebut.
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) membawa konsekuensi logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran IPA yang disesuaikan dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah. Proses belajar yang diharapkan melalui kurikulum ini bukan sekedar membahas materi dalam buku-buku panduan pelajaran atau menginformasikan pengetahuan kepada siswa, melainkan menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung kepada siswa untuk memahami gejala yang terjadi sehingga dalam pelaksanaannya dibutuhkan strategi pembelajaran yang tepat.
Pembelajaran pada awal semester genap tahun 2009/2010 di kelas VII F SMPN 2 Arut Selatan lebih banyak dilakukan di dalam kelas, kurang bervariasi, dan kurang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Materi pelajaran disampaikan secara teoritik dan tidak berhubungan dengan kehidupan nyata. Proses pembelajaran tersebut menimbulkan kecenderungan siswa bersikap pasif. Dinamika dan interaksi dalam kelas juga belum optimal. Akibatnya, penguasaan kompetensi masih rendah. Hal ini dapat dilihat pada hasil ulangan harian KD 6.1, ketuntasan klasikal hanya 68,57%.
 Oleh sebab itu perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas sebagai upaya memperbaiki proses pembelajaran agar menjadi lebih berkualitas sehingga penguasaan kompetensi siswa meningkat.
Materi ”Pengelolaan Lingkungan” membahas konsep pencemaran dan kerusakan lingkungan kaitannya dengan aktifitas manusia. Mencermati karakteristik materi ini, maka strategi pembelajaran lebih tepat menggunakan kegiatan eksplorasi lingkungan karena akan lebih faktual dan nyata. Proses pembelajaran tersebut sejalan dengan pembelajaran berpendekatan kontekstual, yaitu siswa belajar melalui mengalami bukan menghafal, mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima, akan tetapi sesuatu yang harus dikonstruksi melalui kegiatan pembelajaran yang dirancang dengan tepat. Penerapan pendekatan kontekstual tersebut diharapkan menghasilkan pembelajaran berkualitas yaitu adanya aktivitas siswa yang optimal dan penguasaan kompetensi yang meningkat.
B.     Perumusan Masalah
1.      Bagaimanakah kualitas pembelajaran biologi (materi “Pengelolaan Lingkungan”) di kelas VII-F SMPN 2 Arut Selatan melalui penerapan pendekatan kontekstual?
2.      Apakah dengan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa?
3.      Apakah dengan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan  penguasaan kompetensi siswa?
C.    Tujuan Penelitian
1.      Meningkatan kualitas pembelajaran biologi (materi “Pengelolaan Lingkungan”) melalui penerapan pendekatan kontekstual di kelas VII-F SMPN 2 Arut Selatan.
2.      Mendeskripsikan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran biologi (materi “Pengelolaan Lingkungan”) melalui penerapan pendekatan kontekstual di kelas VIIF SMPN 2 Arut Selatan.
3.      Mendeskripsikan dan menganalisis hasil belajar/penguasaan kompetensi siswa pada pembelajaran biologi (materi “Pengelolaan Lingkungan”) melalui penerapan pendekatan kontekstual di kelas VIIF SMPN 2 Arut Selatan.
D.    Manfaat Penelitian
1.       Bagi siswa:
a.       Membangkitkan minat belajar dan mengoptimalkan aktivitas siswa sehingga penguasaan kompetensi meningkat.
b.      Memberikan pengalaman belajar yang nyata dan faktual.
c.       Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian dan pengelolaan lingkungan untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan.
2.       Bagi guru (peneliti):
Mendorong agar tidak ragu mencoba variasi pembelajaran dan lebih kreatif merancang strategi pembelajaran.
3.       Bagi sekolah:
Memberikan sumbangan dalam perbaikan proses pembelajaran untuk meningkatkan potensi belajar siswa yang akhirnya berpengaruh pada mutu
sekolah.
E.     Definisi Operasional
1.      Pendekatan Kontekstual adalah filosofi belajar yang menekankan pada pengembangan minat dan pengalaman siswa. Pendekatan ini bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat (Bandono, 2008).
2.      Kualitas Pembelajaran 
       Kualitas pembelajaran dalam penelitian ini ditinjau dari dua segi: proses dan hasil. Dari segi proses, pembelajaran dikatakan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75%) siswa terlibat secara aktif baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran. Sedangkan dari segi hasil, proses pembelajaran dikatakan berkualitas apabila ≥85% siswa mencapai kompetensi minimal.
READ MORE - Contoh Penelitian Kelas SMP Penerapan Pendekatan Kontekstual untuk meningkatkan Kualitas Pembelajaran Biologi (KODE 192)

PTK Penelitian Tindakan Kelas Untuk Mengatasi Perilaku Menyimpang Siswa (KODE 048)

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 0856 42 444 991


 BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

                Pada abad modern sekarang ini, perkembangan masyarakat sudah sangat maju. Segala bidang kehidupan masyarakat maju dengan pesat, termasuk dalam bidang hukum dan teknologi. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, maka akan membawa dampak positif dan negatif. Dampak positif adalah membawa kehidupan yang lebih cepat dan menjamin kemudahan, sedangkan dampak negatifnya adalah dengan semakin meningkatnya kejahatan dan pelanggaran.

            Masyarakat modern yang serba komplek sebagai produk kemajuan teknologi, mekanisasi, industrialisasi dan urbanisasi memunculkan banyak masalah sosial. Usaha adaptasi atau penyesuaian diri terhadap masyarakat modern yang sangat kompleks itu menjadi tidak mudah. Kesulitan mengadakan adaptasi dan adjustment menyebabkan banyak kebimbangan, kebingungan, kecemasan dan konflik, baik konflik eksternal yang terbuka maupun yang internal dalam batin sendiri yang tersembunyi dan tertutup sifatnya.

                Sebagai dampak dari kondisi yang semacam ini banyak orang lalu mengembangkan pola tingkah laku menyimpang dari norma-norma hukum, dengan jalan berbuat semaunya sendiri demi keuntungan sendiri dan kepentingan pribadi, kemudian mengganggu dan merugikan pihak lain.

                Pada zaman modern seperti sekarang ini bertemulah banyak kebudayaan sebagai hasil dari makin akrabnya komunikasi daerah, nasional dan internasional. Percampuran bermacam-macam budaya itu dapat berlangsung lancar dan lembut, akan tetapi tidak jarang berproses melalui konflik personal dan sosial yang hebat. Banyak pribadi yang mengalami gangguan jiwani dan muncul konflik budaya yang ditandai dengan keresahan sosial serta ketidakrukunan kelompok-kolompok sosial. Sebagai akibat lanjut timbul ketidaksinambungan, disharmoni, ketegangan, kecemasan, ketakutan, kerusuhan sosial dan perilaku yang melanggar norma-norma hukum formal. Situasi sosial yang demikian ini mengkonsionir timbulnya banyak perilaku paotogis sosial atau sosiopatik yang menyimpang dari pola-pola umum, sebab masing-masing orang hanya menaati norma dan peraturan yang dibuat sendiri.

                Sebagian besar dari mereka bertingkah laku seenak sendiri tanpa mengindahkan kepentingan orang lain, bahkan suka merampas hak-hak orang lain. Akibatnya muncullah banyak masalah sosial yang disebut dengan tingkah laku sosiopatik, deviasi sosial, disorganisasi sosial, disintegrasi sosial dan diferensiasi sosial.

                Kenakalan remaja merupakan bagian dari masalah sosial yang seringkali muncul di berbagai daerah. Perkembangan remaja yang saat ini terjadi sangat relevan dengan perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku, sehingga seringkali pergaulan ini menyebabkan masalah sosial apabila tidak ada pengawasan yang ketat dari berbagai pihak yang terkait seperti keluarga, lingkungan, pemerintah maupun sekolah.

              Tingkah laku menyimpang menurut Supartinah Sadli yang dikutip oleh Sofyan S. Willis adalah “Tingkah laku yang melanggar atau bertentangan atau menyimpang dari aturan-aturan normatif.” Dari definisi ini jelaslah bahwa asumsi  terhadap tingkah laku yang menyimpang ditentukan oleh norma-norma yang dianut oleh anak. Masyarakat adalah komunitas terakhir yang menentukan apakah anak melakukan perilaku menyimpang.
              Dalam mengikuti tuntutan masa depan, pelaksanaan pembangunan bidang pendidikan menjadikan sesuatu hal yang sangat penting, karena dengan pendidikan orang akan mengenal, memahami, dan menyesuaikan dengan lingkungan, dengan semakin meningkatnya tingkat pendidikan diharapkan siswa didik menjadi lebih mampu dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi sehingga diperoleh solusi terbaik dari permasalahan itu. Sedangkan tujuan pendidikan seperti yang digariskan dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1998 adalah :
Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertagwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan bangsa.

 

              Tujuan pembelajaran di dalam sekolah adalah menitikberatkan pada perilaku siswa atau perbuatan (performance) sebagai suatu jenis out put yang terdapat pada siswa dan teramati hal tersebut menunjukkan bahwa siswa tersebut telah melaksanakan kegiatan belajar. Dalam pola pelaksanaan pendidikan tidak terlepas peran keluarga, sekolah maupun masyarakat, bahkan dari kenyataan bahwa pendidikan keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama yang kehidupan anak-anak maupun menerapkan sebagai makhluk sosial, disamping itu keluarga sangat berperan dalam pembentukan watak, tingkah laku, moral dan pendidikan kepada anak. Disamping itu keluarga juga sebagai tempat untuk belajar memahami dirinya tempat belajar tentang norma yang ada itu.
              Adapun pengajar dalam hal ini guru tugas utamanya adalah mendidik, melatih, membimbing siswa untuk belajar dan mengembangkan dirinya. Guru dalam melaksanakan tugasnya diharapkan dapat membantu siswa sebagai individu yang dalam hal ini dapat hidup mandiri di tengah-tengah masyarakat modern, disamping tugas pengajar belum selesai atau berakhir setelah menyampaikan materi pelajarannya dikelas. Sebagai pendidik, guru juga bertanggungjawab memberikan binaan, bimbingan siswa-siswanya dalam menyelesaikan masalah sehari-hari, sehingga siswa betul-betul mampu mandiri dengan menggunakan fakta, konsep, prinsip-prinsip dan teori-teori yang telahmereka dapatkan dibangku sekolah. Disamping guru sebagai seorang pengajar, guru juga seorang tenaga professional yang memiliki peranan yang sangat besar dalam dunia pendidikan, guru harus mampu memberikan keputusan pelayanan dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini guru harus mampu memilih dan menerapkan strategi serta metode pembelajaran, metode pelayanan bimbingan yang cocok, sehingga tercipta suasana pembelajaran yang demokratis dan dapat menyenangkan siswa.
              Hal semacam ini belum semuanya dapat dilaksanakan oleh semua guru pada saat mengajar, mengingat semua guru belum semuanya menggunakan metode konvensional, termasuk di SMP Negeri 2 Randublatung. Maka hasil yang diperoleh belum memenuhi ketuntasan belajar yang disyaratkan secara nasional. Kondisi yang sesuai dengan kenyataan masih kurangnya guru pembimbing di SMP Negeri 2 Randublatung mengingat idealnya seorang guru pembimbing mengasuh / membimbing 150 siswa padahal di SMP Negeri 2 Randublatung hanya ada seorang guru pembimbing yang masih jauh dari harapan.  
B.     Perumusan Masalah
               Agar permasalahan yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan penulisan PTK mencapai tujuan yang diinginkan maka perlu disusun perumusan masalah yang didasarkan pada latar belakang dan pembatasan masalah dimana perumusan tersebut antara lain : Apakah dengan menggunakan layanan bimbingan pribadi dapat mengatasi kenakalan siswa kelas VII D di SMP Negeri 2 Randublatung ?
C.    Tujuan Penelitian
               Dalam suatu penelitian, pastilah ada tujuan yang hendak dicapai. Tujuan dari penelitian dalam penulisan penelitian  ini adalah :
1.      Untuk mengetahui tingkat kenakalan siswa kelas VII D SMP Negeri 2 Randublatung
2.      Untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa kelas VII D SMP Negeri 2 Randublatung
3.      Untuk mengetahui efektivitas pelayanan bimbingan pribadi dalam mengatasi kenakalan siswa pada kelas VIID SMP Negeri 2 Randublatung
D.    Manfaat Penelitian
1.      Manfaat Teoritis

a.    Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi guru dalam pelayanan bimbingan terhadap murud.

b.    Hasil penelitian ini diharapkan bisa melukiskan bagaimana proses pemberian bimbingan pada siswa disekolah.

2.      Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan masukan dan saran bagi guru dan pihak sekolah dalam menerapkan metode yang tepat dalam pelayanan bimbingan kepada siswa sekolah.

READ MORE - PTK Penelitian Tindakan Kelas Untuk Mengatasi Perilaku Menyimpang Siswa (KODE 048)

Contoh PTK SMP Melalui Kegiatan Kelompok Belajar Tutor Sebaya (KODE 009)

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 0856 42 444 991

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII F
PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI
KEGIATAN KELOMPOK BELAJAR TUTOR SEBAYA
DI SMP NEGERI 22 SEMARANG
ABSTRAK
            Penelitian ini bertolak dari rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran matematika. Hal ini terjadi karena siswa yang tidak lulus pada ujian nasional serta siswa yang tidak naik kelas sebagian besar terganjal pada mata pelajaran tersebut, ibaratnya mata pelajaran matemayika menjadikan “momok” yang menakutkan bagi siswa. Dalam proses pembelajaran terkadang siswa kurang bersemangat, tidak mau menanyakan hal-hal yang kurang jelas, takut salah menjawab pertanyaan dari guru. Permasalahan tersebut diatasi dengan melaksanakan Kegiatan Kelompok Belajar Tutor Sebaya (KKBTS). KKBTS adalah suatu kegiatan belajar yang dilakukan bersama guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan belajar.
            Penelitian ini bertujuan (1) meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran matematika pada kelas VIII F SMP Negeri 22 Semarang. Hal ini dapat digambarkan adanya peningkatan nilai rapor serta hasil ujian yang baik dan (2) memberdayakan siswa sebagai tutor sebaya dalam kegiatan kelompok belajar, hal ini bertujuan untuk merubah sikap dan perilaku belajar siswa baik di rumah maupun di sekolah kearah yang lebih baik. Perubahan sikap tersebut misalnya motivasi belajar siswa meningkat, siswa berani mengajukan pertanyaan, serta siswa berani menjawab pertanyaan guru saat proses pembelajaran berlangsung.
            Penelitian ini dilakukan menggunakan disain penelitian tindakan kelas yang dirancang dengan dua siklus, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sumber data penelitian adalah siswa dan guru matematika, serta guru peneliti. Jenis datanya berupa kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, jurnal kegiatan siswa, tes hasil belajar. Analisis data kuantitatif menggunakan analisis ststistik deskriptif dan data kualitatif menggunakan analisis kategorial dan fungsional melalui model analisis interaktif.
            Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar mata pelajaran matematika kelas VIII F SMP Negeri 22 Semarang. Peningkatan padsa siklus I mencapai 3,42 atau 9% dan peningkatan pada siklus II mencapai 11,55 atau 30,40%. Peningkatan tersebut juga diikuti perubahan sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran. Perubahan sikap tampak pada motivasi siswa, kemauan siswa mengajukan pertanyaan, serta keberanian siswa menjawab pertanyaan guru saat proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian dapat direkomendasikan agar KKBTS tidak hanya dilaksanakan pada mata pelajaran matematika, tetapi dapat digunakan pada mata pelajaran lainnya.
           
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Seperti yang tercantum dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab (UU RI 2003 : 8). Untuk mengembangkan potensi anak didik seperti yang diamanatkan pada Undang-Undang di atas tidaklah mudah dan ini memerlukan proses yang panjang melalui pendidikan. Pendidikan berarti proses seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk-bentuk tingkah lainnya dalam hidup bermasyarakat. Proses sosial yakni orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih  dan terkontrol  (khususnya yang datang dari sekolah) sehingga dia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimal (Hadikusumo dkk. 1995 : 19).
Dari pengertian di atas dapat ditarik simpulan bahwa pendidikan merupakan suatu proses pertumbuhan yang menyesuaikan dengan lingkungan, atau suatu pengarahan dan bimbingan yang diberikan kepada anak dalam pertumbuhannya, pendidkan tidak hanya dipandang sebagai usaha pemberian informasi dan pembentukan keterampilan saja, namun diperluas sehingga mencakup usaha untuk mewujidkan keinginan, kebutuhan dan kemampuan individu, sehingga tercapai pola hidup pribadi  dan sosial yang memuaskan. Pendidikan bukan semata-mata sebagai sarana untuk persiapan kehidupan yang akan datang, tetapi juga untuk kehidupan anak sekarang yang sedang mengalami perkembangan menuju ke tingkat kedewasaan. Berdasarkan pengertian tersebut dapat diberikan ciri atau unsur umum dalam pendidikan yaitu (1) pendidikan mengandung tujuan yang ingin dicapai, yaitu individu yang kemampun-kemampuan dirinya berkembang, sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidupnya sebagai seorang individu, warga negara atau warga masyarakat, (2) untuk mencapai tujuan tersebut pendidikan perlu melakukan usaha-usaha yang disengaja dan berencana dalam memilih isi (materi), strategi kegiatan, dan teknik penilaian yang sesuai, (3) kegiatan tersebut dapat diberikan dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, pendidikan formal dan pendidikan non formal.
Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan (Prayitno dkk. 1997 : 21). Kalimat tersebut telah secara langsung memuat pengertian dan tujuan pokok bimbingan dan konseling  di sekolah. Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi dimaksudkan agar siswa mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri, serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan lebih lanjut. Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan dimaksudkan agar siswa mengenal secara obyektif lingkungan, baik lingkungan sosial dan ekonomi, lingkungan budaya yang sarat dengan nilai dan norma-norma, maupun lingkungan fisik, dan menerima berbagai kondisi lingkungan itu secara positif dan dinamis pula. Sedangkan bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan dimaksudkan agar para siswa mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang masa depan dirinya sendiri, baik yang menyangkut bidang pendidikan, bidang karier, maupun bidang budaya, keluarga, maupun masyarakat.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan, maksudnya adalah agar para siswa dapat mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya, mengenal lingkungan baik lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, maupun lingkungan sekolah, menentukan sendiri keputusan-keputusan yang diambil. Dalam proses pengambilan keputusan tersebut siswa harus mendapat bimbingan langsung baik dari orang tua, guru pembimbing maupun guru mata pelajaran.
Dalam penelitian ini, peneliti termotivasi melihat hasil ujian nasional beberapa siswa pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 22 Semarang dari waktu kewaktu di bawah standar sehingga mengakibatkan siswa tidak lulus ujian. Melihat kenyataan tersebut peneliti mencoba meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas VIII F di SMP Negeri 22 Semarang melalui kegiatan kelompok belajar tutor sebaya (KKBTS) yang merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan potensi peserta didik. Selain itu juga sebagai sarana pengembangan motivasi dan disiplin belajar (Hastuti dkk.  2006 : 8). Mengacu pada ciri atau unsur umum dalam pendidikan butir (2) di atas, untuk mencapai tujuan tersebut pendidikan perlu melalukan usaha-usaha yang disengaja dan berencana dalam memilih isi (materi), strategi kegiatan dan teknik penilaian yang sesuai. KKBTS merupakan salah satu upaya atau usaha dan strategi untuk peningkatan nilai pada mata pelajaran matematika di kelas VIII F SMP Negeri 22 Semarang.
B.      Rumusan Masalah
Masalah yang  mendasar pada penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Hal ini terjadi karena siswa yang tidak lulus pada ujian nasional serta siswa yang tidak naik kelas sebagian besar terganjal pada mata pelajaran matematika, ibaratnya mata pelajaran matematika menjadikan “momok” bagi siswa.
Berdasarkan permasalahan yang diuraikan pada pendahuluan, masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.
1.            Bagaimana peningkatan prestasi belajar siswa kelas VIII F SMP Negeri 22 Semarang pada mata pelajaran matematika melalui kegiatan kelompok belajar tutor sebaya?
2.            Bagaimana perubahan sikap dan perilaku siswa di kelas VIII F SMP Negeri 22 Semarang dengan kegiatan kelompok belajar tutor sebaya?         
C.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah tersebut, tujuan penelitian  sebagai berikut.
1.            Meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran matematika pada kelas VIII F SMP Negeri 22 Semarang. Hal ini dapat digambarkan adanya peningkatan nilai ulangan harian dan tujuannya peningkatan nilai rapor serta hasil ujian nasional yang baik.
2.            Memberdayakan siswa sebagai tutor sebaya dalam kegiatan kelompok belajar, hal ini bertujuan untuk merubah sikap dan perilaku belajar siswa baik di rumah maupun di sekolah kearah yang lebih baik. Perubahan-perubahan sikap itu misalkan siswa berani mengajukan pertanyaan kepada guru saat proses belajar di kelas berlangsung, kesungguhan siswa saat mengikuti pelajaran, mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru.
D.    Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut.
1.            Meningkatkan kerjasama antara guru pembimbing dengan guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri 22 Semarang dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa.
2.            Membantu guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri 22 Semarang dalam kaitannya meningkatkan hasil belajar siswa terutama menghadapi ujian akhir semester atau ujian nasional.
3.            Melatih  siswa menumbuhkan rasa kesetiakawanan emosi sosial serta berlatih hidup bermasyarakat.
4.            Menjadikan siswa sebagai model pembelajaran dalam KKBTS.
READ MORE - Contoh PTK SMP Melalui Kegiatan Kelompok Belajar Tutor Sebaya (KODE 009)

UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG DI SMP NEGERI 2 RANDUBLATUNG SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009

UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG DI SMP NEGERI 2 RANDUBLATUNG SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009

Dapatkan File Lengkapnya SMS 085642444991 Kode PTK SMP 008

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Anak usia sekolah atau siswa mempunyai peran yang penting dalam pembangunan bangsa dan negara, karena mereka merupakan generasi penerus yang diharapkan dapat membangun dan menghasilkan karya-karya yang berguna bagi negara. Di tangan siswa inilah bagaimana perkembangan suatu negara ditentukan. Anak-anak yang terdidik, berdisiplin, dan berkualitas secara intelektual, mental dan spiritual akan mampu berkompeten dalam menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga kelangsungan dan martabat bangsa dapat terjamin.
Kedisiplinan pada anak usia sekolah sangat penting diperhatikan, adanya peraturan-peraturan yang jelas dan terarah sangat mempengaruhi anak pada masa dewasanya nanti. Kedisiplinan pada anak harus dilakukan, salah satunya adalah kedisiplinan harus masuk akal dan adanya konsekuensi jika kedisiplinan dilanggar.
Dalam hal kedisiplinan pada anak usia sekolah, orang tua atau guru harus bersungguh-sungguh dengan apa yang dikatakannya. Penerapan peraturan yang konsisten dan hukuman ringan jauh lebih bermanfaat bagi anak daripada peraturan yang tidak konsisten dan hukuman yang berat. Konsisten atau disebut disiplin merupakan cara orang tua atau guru untuk menunjukkan kepada anak bahwa orang tua sebenarnya memperhatikan perilakunya, maka orang tua tersebut akan lebih terdorong untuk bersikap sesuai dengan harapan.
Kenyataan yang bisa dilihat pada lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya dan di SMP Negeri 2 Randublatung Blora khususnya, masih ditemukan tindakan yang tidak atau kurang disiplin para siswanya terutama dari ketepatan siswa masuk pada saat jam pertama pelajaran yaitu jam 07.00 WIB. Banyak siswa yang terlambat mengakibatkan kurang lancarnya proses kegiatan belajar mengajar pada saat jam pertama tersebut.
Keterlambatan tersebut bukan berarti tanpa sebab, berbagai macam alasan diungkapkan para siswa yang sering terlambat, diantaranya adalah siswa berasal dari daerah pedesaan hutan jati yang jalannya tanah liat atau naik sepeda menuju ke halaman sekolah.
Faktor ekonomi yang lemah merupakan salah satu sebab yang membuat anak kurang begitu memperhatikan kedisiplinan dalam mengatur waktu terutama untuk masuk sekolah sesuai jam yang telah ditentukan. Sebagai contoh adalah adanya siswa yang karena terlalu lelah membantu orang tua bekerja mencari nafkah di malam hari, sehingga ia bangunnya kesiangan dan terlambat untuk mengikuti pelajaran jam pertama.
Masalah transportasi dan jalan setapak yang becek yang sulit pada musim penghujan juga merupakan salah satu alasan terlambatnya siswa untuk mengikuti pelajaran jam pertama. Siswa-siswa SMP Negeri 2 Randublatung banyak yang berasal dari pedesan dan kawasan hutan yang jalannya sulit ditempuh dengan sepeda maupun sepeda motor terutama kalau musim hujan harus dengan berjalan kaki untuk sampai di halaman sekolah. Bagi siswa yang berasal dari Alas Malang, Tanggel, Jeruk Sewu harus berangkat lebih awal karena jalannya sulit ditempuh, lebih-lebih kalau musim penghujan dan tidak ada transportasi umum. Alasan-alasan seperti inilah yang sering dikemukakan anak ketika datang terlambat pada saat jam pelajaran pertama sudah dimulai.
Apapun alasan para siswa yang datang terlambat, menunjukkan tingkat kedisiplinan yang rendah. Hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja sehingga pada akhirnya akan menjadi budaya yang tidak baik pada lembaga pendidikan yang bersangkutan. Untuk itu perlu adanya tindakan kelas agar kedisiplinan anak untuk mengikuti pelajaran terutama pada jam pelajaran pertama di sekolah dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
Untuk mengatasi hal ini maka diperlukan suatu aturan yang tegas yang disertai dengan sanksi yang dapat membuat siswa menjadi disiplin yang nantinya akan berguna bagi ketertiban sekolah dan bagi diri siswa sendiri.
Adapun kebijakan yang diambil adalah dengan mengadakan suatu tindakan disiplin untuk memperbaiki sistem atau aturan pada saat jam pelajaran dimulai. Kebijakan ini dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan semua pihak yang terkait yaitu siswa, guru pelajaran jam pertama, guru piket, wali kelas, guru BP/BK, dan kesiswaan.
Berdasarkan uraian tersebut di atas maka judul dalam penelitian ini adalah: “UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG DI SMP NEGERI 2 RANDUBLATUNG SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dibuat identifiksi masalah sebagai berikut:
1. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan siswa sering terlambat pada saat jam pertama pelajaran di sekolah ?
2. Apa akibat yang ditimbulkan dengan adanya keterlambatan siswa pada saat jam pertama pelajaran ?
3. Upaya tindakan kelas apa saja yang dilakukan terhadap permasalahan sering adanya siswa yang terlambat pada saat jam pelajaran pertama?
4. Bagaimana hasil yang dicapai atas upaya tindakan kelas yang dilakukan terhadap permasalahan sering adanya siswa yang terlambat pada saat jam pelajaran pertama?
5. strategi belajar mengajar yang sesuai dengan materi pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Sulistyo dan Adi Mulyono. 2004. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surakarta : Penerbit Ita.
Bambang Sujiono. 2005. Mencerdaskan Perilaku Anak Usia Dini. Jakarta: Penerbit PT. Elex Media Komputindo.
Basuki Wibawa. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas, Dirjen PDM Direktorat Tenaga Kependidikan.
Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.
Harris Clemes dan Reynold Bean. 2001. Mengajarkan Disiplin Kepada Anak. Jakarta : Mitra Utama.
Suryadi. 2006. Kiat Jitu dalam Mendidik Anak. Jakarta : Penerbit Mahkota.

 

READ MORE - UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG DI SMP NEGERI 2 RANDUBLATUNG SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009