Sunday, 26 July 2015

Pembelajaran Inquiry untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Penjasorkes

 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENJASORKES PADA PERMAINAN BOLA BASKET SISWA KELAS XII E SMA N 3 SLEMAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah

Pengembangan mutu pendidikan merupakan hal yang diyakini menjadi faktor penyokong meningkatnya daya saing suatu bangsa. Pendidikan merupakan ujung tombak dalam pembentukan sumberdaya manusia yang berkualitas, yang dikemudian hari akan berperan sebagai pengelola, pengendali, dan pelaksana dari kebijakan-kebijakan pemerintah dalam rangka meningkatkan daya saing nasional. Proses pembelajaran sebagai bagian utama dalam dunia pendidikan menjadi hal yang penting dan dituntut untuk mampu memaksimalkan perannya guna mencapai tujuan pendidikan di sekolah.
Menurut para ahli seperti Makmun (2000: 36), salah satu faktor pendukung berhasilnya proses pembelajaran adalah faktor suasana pembelajaran, yang termasuk didalamnya adalah penerapan strategi, model, maupun metode pembelajaran yang dikembangkan oleh guru. Pengembangan model, metode, maupun strategi pembelajaran yang efisien dan sesuai dengan kondisi siswa diyakini mampu mendukung tercapainya kualitas proses pembelajaran yang tinggi, sehingga hasil belajar siswa menjadi lebih baik.
Salah satu model pembelajaran modern yang dapat diimplementasikan di dunia pendidikan, khususnya di tingkat SMA adalah model pembelajaran inkuiri-kontekstual. Carin (1985), menjelaskan bahwa inkuiri adalah suatu perluasan proses discovery yang digunakan dalam cara yang lebih dewasa. Discovery adalah suatu proses mental dimana anak atau individu mengasimilasi konsep dan prinsip. Suchman (1992), mengembangkan model pembelajaran dengan pendekatan inquiry. Model pembelajaran ini melatih siswa dalam suatu proses untuk menginvestigasi dan menjelaskan suatu fenomena yang tidak biasa. Model pembelajaran ini mengajak siswa untuk melakukan hal yang serupa seperti para ilmuwan dalam usaha mereka untuk mengorganisir pengetahuan dan membuat prinsip. Pendekatan inkuiri tidak dapat dipisahkan dari pendekatan pemecahan masalah. Untuk menerapkan pendekatan ini guru atau pendidik harus berpikir dan berperilaku yang memfasilitasi peserta didik untuk dapat membuat identifikasi apa yang akan dipelajari. Guru atau pendidik membantu siswa dalam membuat pertanyaan, menentukan strategi mengumpulkan informasi dan mengolah informasi. Pendekatan ini memerlukan guru atau pendidik yang kreatif dalam menyusun pembelajaran dan bekerja dengan rencana yang baik. Ketika siswa belajar, mereka sudah mempunyai target yang jelas. Pendekatan ini memberikan tantangan yang cukup baik bagi pendidik ataupun peserta didik.
Selama ini proses pembelajaran penjasorkes di SMA Negeri 1 Sleman masih dikembangkan secara konvensional, yaitu dengan pendekatan yang berbasis pada aktifitas guru, dimana siswa hanya pasif mendengarkan dan menerima pengetahuan dari guru. Strategi ceramah dilaksanakan secara monotone, sehingga dianggap menjenuhkan bagi siswa. Dominasi guru dalam proses pembelajaran menyebabkan siswa lebih banyak menunggu sajian dari guru daripada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang mereka butuhkan. Hasil belajarpun masih sangat rendah. Nilai penguasaan materi permainan bola basket rata-rata dibawah 7,0., dengan  ketuntasan belajar yang juga masih dibawah 70%, sedangkan target KKM yang ditetapkan guru adalah 75% siswa tuntas belajar. Hasil wawancara yang dilakukan kepada sejumlah siswa menunjukkan bahwa mayoritas kurang berminat dengan proses pembelajaran penjasorkes, lebih banyak tidak serius, dan sekedar melaksanakan kewajiban semata. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan adanya inovasi proses pembelajaran yang bersifat mampu meningkatkan antusias siswa, serta efektif dalam  penyampaian pengalaman dan pengetahuan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa.
Berdasarkan atas uraian tersebut, maka dianggap perlu untuk dilaksanakannya penelitian tindakan kelas yang berjudul “Implementasi Model Pembelajaran Inquiry untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Penjasorkes Pada Permainan Bola Basket Siswa Kelas XII E.”

B.       Identifikasi Masalah

Berdasarkan atas latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi adanya permasalahan sebagai berikut:
1.    Selama ini proses pembelajaran penjasorkes di SMA Negeri 1 Sleman masih dikembangkan secara konvensional, yaitu dengan pendekatan yang berbasis pada aktifitas guru, dimana siswa hanya pasif mendengarkan dan menerima pengetahuan dari guru.
2.    Siswa banyak mengalami kejenuhan dalam proses pembelajaran penjasorkes didalam kelas.
3.    Penguasaan materi permainan bola basket rata-rata dibawah 7,0., dengan  ketuntasan belajar yang juga masih dibawah 70%, sedangkan target KKM yang ditetapkan guru adalah 75% siswa tuntas belajar.

C.      Pembatasan Masalah

Pelaksanaan penelitian ini terbatas pada masalah-masalah sebagai berikut:
1.      Proses pelaksanaan pembelajaran penjasorkes dengan model pembelajaran inquiry  pada siswa Kelas XII E SMA Negeri 1 Sleman.
2.      Peningkatan prestasi belajar siswa yang dicapai setelah dikembangkan model pembelajaran inquiry  pada siswa Kelas XII E SMA Negeri 1 Sleman.

D.      Rumusan Masalah

Berdasarkan atas latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah yang telah diuraikan, dibuat rumusan masalah penelitian sebagai berikut:
1.      Bagaimanakan proses pelaksanaan pembelajaran inquiry  dalam pembelajaran penjasorkes pada permainan bola basket untuk siswa Kelas XII E SMA Negeri 1 Sleman?
2.      Seberapa besarkah peningkatan prestasi yang dicapai siswa Kelas XII E SMA Negeri 1 Sleman dalam pembelajaran penjasorkes pada permainan bola basket setelah dikembangkan proses pembelajaran inquiry  dalam pembelajaran penjasorkes?

E.       Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.      Tujuan Penelitian
Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut:
a.       Deskripsi tentang proses pelaksanaan pembelajaran inquiry  dalam pembelajaran penjasorkes untuk siswa Kelas XII E SMA Negeri 1 Sleman.
b.      Deskripsi tentang besarnya peningkatan prestasi yang dicapai siswa Kelas XII E SMA Negeri 1 Sleman dalam pembelajaran penjasorkes setelah dikembangkan proses pembelajaran inquiry  dalam pembelajaran penjasorkes.
2.      Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat dalam dua aspek sebagai berikut:
1)      Manfaat Teoretis
Hasil penelitian diharapkan mampu meningkatkan khasanah pengetahuan dibidang teknologi kependidikan, khususnya terkait dengan pengembangan model pembelajaran inquiry untuk bidang studi penjasorkes.
2)      Manfaat Praktis
a)      Bagi guru
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi guru untuk terkait dengan sistematika proses pembelajaran inquiry yang sesuai dengan kondisi guru dan siswa di kelas.
b)      Bagi siswa
Hasil penelitian yang dilaksanakan di sekolah diharapkan dapat meningkatkan efektifitas belajar siswa, meningkatkan minat belajar siswa, dan meningkatkan prestasi belajar siswa dalam bidang studi penjasorkes.
c)      Bagi sekolah
Hasil penelitian diharapkan dapat memberi masukan pada sekolah untuk dikembangkannya teknologi pembelajaran yang efektif dan efisien serta berhasil guna dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, dalam rangka meningkatkan kualitas output sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Umedi, 1999. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum, Depdikbud
Made Pidarta, 1983. Management Pendidikan di Indonesia, Jakarta: Bina Aksara,
_______, 2004. Dasar-Dasar Perencanaan Pendidikan terbitan UNESCO, Jakarta: Logos
Nurochim. Peningkatan Mutu Sekolah. online. http://nurochim.multiply.com/journal/ item/1
Hanusek, Eric. 1981. Why Quality Metter in Education. New York: Harvard University
Isjoni. 2009. Cooperative Learning. Bandung : Alfabeta
Carin and Sund, 1980. Teaching Science Through. Discovery. Fourth Edition. Charles Merry. Publishing Co. Ohio. Coburn
Surachman, 1992. Pengajaran Inquiry. Jakarta: Rineka Cipta
Efraim, Turban. (1995). Decision support systems and expert system (4th ed.). Prentice-Hall International, Inc.
Ahmad Ochan, 2010. Pelaksanaan Pembelajaran yang Menyenangkan. Jakarta: Rineka Cipta
Wina Senjaya. 2008. Pembelajaran Berorientasi Standar Proses. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Soedanyo, 1990. Pembelajaran Inquiry.  Bandung: Rosda Karya

Untuk mendapatkan File lengkap BAB1-5 SMS ke 085642444991
READ MORE - Pembelajaran Inquiry untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Penjasorkes
Thursday, 23 July 2015

Meningkatkan Ketrampilan Siswa Melakukan Operasi Perkalian Bilangan Cacah

Untuk mendapatkan file word SMS 085642444991

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Meningkatkan Keterampilan Siswa Kelas IV SD Negeri xxx Dalam Melakukan Operasi Perkalian Bilangan Cacah di Bawah 100.000 Melalui Alat Bantu Kartu Bilangan”.
Pemilihan judul ini atas dasar alasan bahwa keterampilan siswa dalam belajar matematika khususnya perkalian masih minim. Hal ini diselesaikan oleh rendahnya kesadaran orang tua dalam memotivasi anaknya untuk belajar. Tujuan penelitian tindakan kelas ini secara umum adalah menciptakan pembelajaran aktif dengan memahami konsep dasar matematika yang ditandai adanya interaksi antara guru dan murid. Secara khusus bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas IV SD Negeri xxx dalam melakukan operasi perkalian bilangan cacah di bawah 100.000 melalui alat bantu kartu. Setiap siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan. Tahapan dalam siklus yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Hasil yang diperoleh setelah dilaksanakan penelitian ini adalah sebagai berikut :
Siklus I siswa yang tuntas belajar 19 siswa, yang tidak tuntas 6 siswa dengan hasil nilai rata-rata 8,06 prosentase 70,6 %. Siklus II siswa yang tuntas 21 siswa yang tidak tuntas 4 siswa, nilai rata-rata ulangan 8,56 dengan prosentase 85,6%.
Hasil tes sumatif penelitian tindakan kelas diperoleh siswa yang tuntas belajar 20 siswa yang tidak tuntas 5 siswa dengan nilai ratarata dengan 8,56 dengan prosentase 85,6%.

Simpulan penelitian tindakan kelas ini adalah dengan melalui penggunaan alat bantu kartu bilangan, ketrampilan siswa kelas IV SD Negeri xxx dalam melaksanakan operasi perkalian bilangan cacah di bawah 100.000 dapat ditingkatkan.



DAFTAR PUSTAKA

Aburrahman Mulyono, 1999. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta: Rineka Cipta.
Dalyono, 1988, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Depdikbud.
Darhim, dkk, 1992, Pendidikan Matematika 2, Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Hudoyo, Herman, 1988, Belajar Mengajar Matematika, Jakarta : Dep kdikbud
M. Khafid dan Suyati, 1999, Pelajaran Matematika Kelas 4. Jakarta : Erlangga. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No : 060/U.1993/Tgl. 25 Februari 1993 tentang Garis-garis Besar Program Pengajaran Kelas IV.
Moessono Djoko dan Sujono, 1988, Matematika Kelas IV, Jakarta : Balai Pustaka.
Natawijaya, Rohman, 1984, Pengajaran Remidil, Jakarta : Depdikbud
Pandoyo dan Djoko M, 1994, Matematika Ia untuk SLTP, Jakarta : Depdikbud.
Roseffendi, dkk, 1992, Pendidikan Matematika 3, Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Suryabrata Sumadi, 1984, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Raja Gravindo Persada.
READ MORE - Meningkatkan Ketrampilan Siswa Melakukan Operasi Perkalian Bilangan Cacah